{"id":1081,"date":"2021-06-04T11:36:28","date_gmt":"2021-06-04T04:36:28","guid":{"rendered":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/?p=1081"},"modified":"2021-06-04T11:38:15","modified_gmt":"2021-06-04T04:38:15","slug":"kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/","title":{"rendered":"Kereta Api Luar Biasa: Satu Gerbong Bersama Presiden"},"content":{"rendered":"<p>Kereta Api yang satu ini memang luar biasa. Memiliki kisah panjang saat pemerintah Republik Indonesia berpindah ke Yogyakarta. Dibuat oleh bengkel perusahaan kereta api Staatsspoorwegen pada tahun 1919 pada masa Hindia Belanda. Ular besi \u00a0yang masih ada di Museum Transportasi ini sempat dipergunakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan Wakil presiden Moh Hatta beserta menteri kabinetnya. Karena punya nilai sejarah yang kuat, makanya koleksi yang satu ini di simpan di luar ruangan dan paling dekat dengan gerbang utama dimana kita membeli tiket masuk museum. Ya, setelah melintas gerbang museum transportasi langsung tengok saja ke sebalah kanan, disanalah kereta api penuh kisah itu masih tegar menyapa para pengunjung yang datang.<\/p>\n<p>Bak di film-film jaman dulu, kereta api kayu dengan lokomotif uap ini sungguh klasik sosoknya. Menyaksikan kereta bersejarah ini seperti terlempar kepada masa silam. Dimensi jaman baheula itu nampak terlihat dari penampilannya. Inilah saksi bisu dari sebuah perjuangan bangsa Indonesia pada saat masa-masa kemerdekaan. KLB atau Kereta Api Luar Biasa ini tak hanya bisa dikagumi dari luar saja, pengunjung juga bisa masuk ke dalam salah satu rangkaian gerbongnya. Menikmati interior sederhana yang didominasi oleh kayu dengan warna krem yang sangat teduh. Dulu, kesejukannya lebih terasa, karena ruangan gerbongnya dilengkapi pendingin menggunakan balok es batu yang dihembuskan\u00a0 dengan udara.<\/p>\n<p>Saat itu, kereta api yang digunakan petinggi negeri \u00a0melewati jalur selatan pulau Jawa. 3 Januari 1946 pukul 18.00 wib, diam-diam pemerintah RI dengan terpaksa pindah ke Yogyakarta . Hal itu dilakukan karena Jakarta mengalami situasi buruk\u00a0 oleh ancaman teror kepada presiden. Alasan lain mengapa mesti pindah ke Yogyakarta, karena adanya kedekatan Ratu Belanda, Juliana Louise Wilhelmina dengan Hamangkubuwono IX. Setelah 15 jam perjalanan atau \u00a0keesokan harinya tiba di stasiun Tugu. Rombongan pun disambut oleh pekikan kemerdekaan.<\/p>\n<p>Usia kereta yang juga pernah digunakan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda ini tentu sudah lanjut, namun hinggak sekarang masih meyebarkan aroma nasionalisme. Hal itu bisa kita rasakan dari dekat dengan menatap dan menyentuhnya langsung. Tak, hanya para pecinta sejarah dan wisatawan yang pasti meyempatkan ke sini. Dua sejoli yang ingin melangsungkan pernikahan pun menjadikan tempat ini menjadi spot membuat foto prewedding mereka. Kalau punya kesempatan datang ke Taman Mini Indnesia Indah, sisihkan waktu masuk ke Museum Transportasi untuk melihat langsung Kereta Api Luar Biasa. Siap-siap berdecak kagum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pengemas informasi:<\/strong>\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/dimyaties\/\">@dimyaties<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kereta Api yang satu ini memang luar biasa. Memiliki kisah panjang saat pemerintah Republik Indonesia berpindah ke Yogyakarta. Dibuat oleh bengkel perusahaan kereta api Staatsspoorwegen pada tahun 1919 pada masa Hindia Belanda. Ular besi \u00a0yang masih ada di Museum Transportasi ini sempat dipergunakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan Wakil presiden Moh Hatta beserta &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Kereta Api Luar Biasa: Satu Gerbong Bersama Presiden<\/span> Selengkapnya &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1084,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kereta Api Luar Biasa: Satu Gerbong Bersama Presiden - kabaca<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kereta Api yang satu ini memang luar biasa. Memiliki kisah panjang saat pemerintah Republik Indonesia berpindah ke Yogyakarta. Dibuat oleh bengkel perusahaan kereta api Staatsspoorwegen pada tahun 1919 pada masa Hindia Belanda. Ular besi \u00a0yang masih ada di Museum Transportasi ini sempat dipergunakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan Wakil presiden Moh Hatta beserta menteri kabinetnya. Karena punya nilai sejarah yang kuat, makanya koleksi yang satu ini di simpan di luar ruangan dan paling dekat dengan gerbang utama dimana kita membeli tiket masuk museum. Ya, setelah melintas gerbang museum transportasi langsung tengok saja ke sebalah kanan, disanalah kereta api penuh kisah itu masih tegar menyapa para pengunjung yang datang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kereta Api Luar Biasa: Satu Gerbong Bersama Presiden - kabaca\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kereta Api yang satu ini memang luar biasa. Memiliki kisah panjang saat pemerintah Republik Indonesia berpindah ke Yogyakarta. Dibuat oleh bengkel perusahaan kereta api Staatsspoorwegen pada tahun 1919 pada masa Hindia Belanda. Ular besi \u00a0yang masih ada di Museum Transportasi ini sempat dipergunakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan Wakil presiden Moh Hatta beserta menteri kabinetnya. Karena punya nilai sejarah yang kuat, makanya koleksi yang satu ini di simpan di luar ruangan dan paling dekat dengan gerbang utama dimana kita membeli tiket masuk museum. Ya, setelah melintas gerbang museum transportasi langsung tengok saja ke sebalah kanan, disanalah kereta api penuh kisah itu masih tegar menyapa para pengunjung yang datang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"kabaca\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-06-04T04:36:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-06-04T04:38:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/kereta-api-luar-biasabw.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"812\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"509\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/#organization\",\"name\":\"Kargo Baca\",\"url\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/cropped-kabacahitam-01.png\",\"width\":888,\"height\":396,\"caption\":\"Kargo Baca\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/\",\"name\":\"kabaca\",\"description\":\"Mengayuh dengan hati, mengabarkan informasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/kereta-api-luar-biasabw.jpg\",\"width\":812,\"height\":509},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/\",\"name\":\"Kereta Api Luar Biasa: Satu Gerbong Bersama Presiden - kabaca\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-06-04T04:36:28+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-04T04:38:15+00:00\",\"description\":\"Kereta Api yang satu ini memang luar biasa. Memiliki kisah panjang saat pemerintah Republik Indonesia berpindah ke Yogyakarta. Dibuat oleh bengkel perusahaan kereta api Staatsspoorwegen pada tahun 1919 pada masa Hindia Belanda. Ular besi \\u00a0yang masih ada di Museum Transportasi ini sempat dipergunakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan Wakil presiden Moh Hatta beserta menteri kabinetnya. Karena punya nilai sejarah yang kuat, makanya koleksi yang satu ini di simpan di luar ruangan dan paling dekat dengan gerbang utama dimana kita membeli tiket masuk museum. Ya, setelah melintas gerbang museum transportasi langsung tengok saja ke sebalah kanan, disanalah kereta api penuh kisah itu masih tegar menyapa para pengunjung yang datang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/\",\"url\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/\",\"name\":\"Beranda\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/\",\"url\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/\",\"name\":\"Kereta Api Luar Biasa: Satu Gerbong Bersama Presiden\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/#\/schema\/person\/643593337a2a6626b9480b3c5e1df616\"},\"headline\":\"Kereta Api Luar Biasa: Satu Gerbong Bersama Presiden\",\"datePublished\":\"2021-06-04T04:36:28+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-04T04:38:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/#webpage\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/kereta-api-luar-biasa-satu-gerbong-bersama-presiden\/#primaryimage\"},\"articleSection\":\"Museum\",\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/#\/schema\/person\/643593337a2a6626b9480b3c5e1df616\",\"name\":\"Kargobaca.com\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1081"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1081"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1081\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1083,"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1081\/revisions\/1083"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kargobaca.com\/kabaca\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}